UNMAHA

Kata Rektor Mahakarya

Memberikan Kesempatan untuk Menghadapi Dunia Yang Berubah

  • Assalamualaikum Wr. Wb. Shalom. Om Swasiastu. Nammo Budaya. Salam Kebajikan

    Kita berada di era revolusi industry 4.0, dengan segala konsekuensinya. Dunia makin sulit diprediksi dan tidak tertebak, ahli-ahli menyebutnya VUCA. Pada 2019, tidak ada yang bisa memprediksi bahwa di 2020 kita akan menghadapi COVID-19. Ekonomi berhenti berputar, PHK dimana-mana, dan mau tidak mau, umat manusia dipaksa berubah.

    Lalu, mari kita bicara perguruan tinggi (PT) sebagai salah satu media mencetak angkatan kerja dan pengusaha. Sudah jadi rahasia umum, bahwa apa yang diajarkan di kampus tidak sesuai dengan apa yang ditemui di dunia nyata. Kenapa begitu? Menurut hemat kami, karena teori pasti tertinggal dibanding inovasi.

    Menjadi perguruan tinggi tidak salah, namun menjadi perguruan tinggi yang tidak mengikuti zaman, itu yang salah. Perubahan dunia terjadi pesat karena inovasi yang muncul setiap hari. Untuk itu, perlu ada integrasi antara akademisi dengan praktisi, inovator, dan profesional. Harus ada ikatan antara praktik di lapangan dengan teori dan kerangka berpikir.

    Di Universitas Mahakarya Asia, kami memiliki 3 pembeda:

  • Pengajar yang mayoritas adalah praktisi, inovator dan profesional

  • Supaya apa yang diajarkan bisa seimbang antara teori dengan kenyataan di lapangan. Mau belajar investasi, misalnya? Kami punya salah satu fund manager yang mengelola 4 milyar dollar AS mengajar di kami.

  • Kurikulum yang dibuat bersama dengan industri, pakar, dan entrepreneur

    Kurikulum kami adalah co-creation dengan perusahaan top, pakar, komunitas bisnis, dan praktisi. Sehingga memastikan apa yang dipelajari sesuai dengan apa yang akan ditemui di dunia nyata.

  • Sistem pendidikan berbasis teknologi jarak jauh

    Saat ini, millennials dan Gen-Z mempertanyakan: Mana yang lebih baik, dapat uang atau kuliah? Kami memilih menjawab: dua-duanya. Keduanya bisa dicapai apabila sistem pembelajaran tidak lagi terikat ruang dan waktu. Sehingga mahasiswa bisa mengaktualisasi diri mereka sambil tetap mengikuti perkuliahan. New normal membuat kami fasih menjalankan kelas online, perkuliahan dengan video-on-demand, dan diskusi online (daring)

    Kami menghimpun para ahli di industri, untuk mencapai suatu misi. Memberikan kesempatan mahasiswa kami untuk bertarung dan setara, dalam menghadapi zaman yang penuh perubahan ini.

Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc., MBA

Rektor Universitas Mahakarya Asia
@ferroferizka

FOUNDERs

Ustadz Yusuf Mansur

Co-Founder Universitas Mahakarya Asia Ketua Dewan Pembina YCIS

Putu Putrayasa

Co-Founder Universitas Mahakarya Asia Dirut PT. Media Bernas Jogja. Peraih Rekor MURI Pendiri Perguruan tinggi termuda

Dharma Setiawan, MBA

Co-Founder Universitas Mahakarya Asia Ketua Yayasan Cendekia Indonesia Sleman

Kesempatan meraih sukses di usia muda!