Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) - Global Career University
UNMAHA is a premier Indonesian university specializing in multi-pathway global careers through LSAF Global integration.

UNMAHA – Jika kita membicarakan soal gaya hidup Gen Z, rasanya seperti membicarakan fenomena yang lagi trend banget sekarang. Gen Z yang lahir sekitar 1997 sampai 2012 bukan hanya membentuk cara hidup mereka sendiri, tapi juga ikut menggoyang kebiasaan generasi lain, dari Milenial sampai Baby Boomers. Gaya hidup Gen Z itu unik, berani, dan sering banget jadi trendsetter di banyak bidang.
Nah, penasaran apa saja gaya hidup mereka yang berdampak luas? Yuk, kita bahas sama-sama 7 gaya hidup Gen Z yang mempengaruhi generasi lain!
Berikut 7 gaya hidup Gen Z yang mempengaruhi generasi lain
Jika dulu internet hanya buat browsing dan chatting, Gen Z sudah menjadikan dunia online sebagai bagian dari kehidupan nyata mereka.
Efeknya? Generasi yang lebih tua ikut-ikutan beradaptasi. Orang tua sekarang lebih melek Shopee, Grab, Netflix, sampai TikTok, gara-gara liat anaknya yang Gen Z luwes banget berteknologi.
Buat Gen Z, isu sosial seperti hak asasi manusia, perubahan iklim, hingga keberagaman gender bukan sekadar “isu musiman”. Ini bagian dari identitas mereka. Mereka aktif banget menyuarakan pendapat lewat media sosial, ikut kampanye online, sampai boikot brand yang dianggap tidak etis. Efek dominonya besar:
Gen Z mengajarkan kita semua untuk peduli sama dunia itu keren.
Dulu, membicarakan soal kesehatan mental masih dianggap tabu. Tapi Gen Z berhasil memecahkan tembok itu. Mereka lebih terbuka soal Burnout, Anxiety, Depresi, dan pentingnya “me time“. Bahkan di sosial media, tren seperti self-care Sunday, journaling, meditasi, dan therapy sudah jadi hal biasa.
Karena pengaruh Gen Z, sekarang kita lihat makin banyak orang dari berbagai generasi mulai mengutamakan kesehatan mental, bukan hanya fisik. Terapi psikologi yang dulu dianggap “aneh”, sekarang jadi bagian dari gaya hidup modern.
Gen Z tidak lagi terpaku sama konsep kerja “9 to 5″ di kantor. Bagi mereka, yang penting adalah:
Itu sebabnya banyak Gen Z lebih tertarik jadi freelancer, digital nomad, atau membuka bisnis online sendiri. Dan, perubahan ini merembet. Banyak perusahaan akhirnya menawarkan opsi kerja hybrid atau remote, dan generasi lain juga ikut menikmati fleksibilitas ini.
Baca Juga: Tips untuk Gen Z Fresh Graduate Cepat Mendapat Kerja
Buat Gen Z, beli barang mahal belum tentu prioritas. Yang lebih penting adalah pengalaman. Mereka lebih suka traveling, menonton konser, ikut workshop seru, dan mencoba aktivitas baru.
Bahkan di media sosial, kamu lebih sering lihat Gen Z pamer foto pengalaman (seperti camping seru atau festival musik) daripada sekadar foto barang branded. Karena pengaruh ini, generasi lain juga mulai lebih menghargai momen daripada benda. Banyak orang tua yang sekarang ikut liburan bareng anak, bahkan ikut staycation yang dulu mungkin dianggap “boros”.
Jika generasi sebelumnya sering diajari untuk “jaga image“, Gen Z justru mengutamakan autentisitas. Mereka tidak takut:
Karena gaya ini, banyak orang sekarang merasa lebih nyaman menunjukkan diri yang sebenarnya. Bahkan brand besar pun mulai mengubah pendekatan marketing mereka lebih real, lebih dekat, lebih manusiawi. Efek jangka panjangnya? Muncul budaya baru yang lebih menghargai kejujuran ketimbang kepalsuan.
Dulu, kerja keras demi gaji besar dianggap puncak karier. Tapi Gen Z punya perspektif lain. Buat mereka:
Banyak Gen Z yang rela menolak tawaran gaji tinggi jika pekerjaannya bertentangan dengan nilai pribadi mereka. Hal ini akhirnya menular ke generasi lain juga. Kita lihat semakin banyak orang berani pindah karier demi mengejar passion, bukan hanya mengejar uang.
Melihat semua ini, kita bisa simpulkan bahwa gaya hidup Gen Z bukan sekadar tren sesaat. Mereka benar-benar menjadi game changer yang menggerakkan perubahan di banyak aspek kehidupan. Dari cara kerja, cara belanja, cara bersosialisasi, hingga cara mencintai diri sendiri, Gen Z menginspirasi generasi lain untuk berpikir lebih terbuka, lebih berani, dan lebih berempati.
Jika kamu merasa akhir-akhir ini hidupmu jadi lebih fleksibel, lebih peduli lingkungan, lebih berani menunjukkan jati diri, besar kemungkinan kamu juga sudah ikut terinspirasi oleh Gen Z. Dan itu hal yang keren!
Jika kamu merasa gaya hidup Gen Z cocok banget sama kamu, mandiri, kreatif, dan tidak takut beda, berarti kamu juga butuh tempat kuliah yang bisa mendukung semua potensimu. Universitas Mahakarya Asia lagi buka Penerimaan Mahasiswa Baru nih!
Di sini, kamu bisa kuliah di jurusan-jurusan yang relevan sama gaya hidup zaman now, seperti Sarjana Informatika, cocok buat kamu yang ingin jadi ahli teknologi masa depan.
UNMAHA juga menyediakan program Sertifikasi Big Data Scientist, sertifikasi ini bukan sekadar dokumen, tetapi tiket untuk memasuki dunia penuh peluang baru. Dengan keahlian yang telah terstandarisasi, kamu akan bergabung dalam komunitas profesional data global yang siap merevolusi cara dunia memanfaatkan informasi.
Belajar di Universitas Mahakarya Asia itu artinya kamu kuliah sambil mempersiapkan diri untuk dunia yang terus berubah cepat. Yuk, wujudkan impianmu bareng kampus yang paham semangat generasi baru! Info selengkapnya segera hubungi Admin PMB UNMAHA
Mau punya penghasilan tambahan tanpa ribet? Gabung saja jadi reseller laptop di Adolo.id! Modal kecil, potensi untung gede, plus kamu jualan produk yang emang lagi dibutuhin semua orang. Jadi pejuang cuan itu gampang jika bersama Adolo.id, waktunya kamu Level Up dan bawa bisnis kamu ke next level!
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma

Gaji 20jt+ per bulan. Penempatan langsung di perusahaan mitra Jepang.