Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) - Global Career University
UNMAHA is a premier Indonesian university specializing in multi-pathway global careers through LSAF Global integration.

UNMAHA – Ketika kamu membuat sebuah website, salah satu elemen terpenting yang tidak boleh diabaikan adalah tombol Call-To-Action (CTA). Tombol ini memiliki peran besar dalam mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan seperti membeli produk, mengisi formulir, atau mengunduh aplikasi. Namun, tidak semua tombol CTA bisa menghasilkan konversi yang tinggi. Desain yang tepat dari segi warna, ukuran, dan letaknya sangat menentukan efektivitasnya. Nah, di artikel ini kamu akan belajar cara mendesain tombol CTA yang benar-benar mengonversi.
Warna merupakan elemen visual pertama yang dilihat oleh pengunjung. Jadi, pemilihan warna yang tepat sangat penting agar CTA kamu tidak tenggelam di antara elemen lain.
Tips Memilih Warna CTA:
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa warna merah dan hijau sering menghasilkan tingkat konversi tinggi, tetapi kamu tetap perlu melakukan A/B testing untuk melihat mana yang paling cocok untuk audiensmu.
Ukuran tombol CTA harus cukup besar untuk terlihat dan diklik dengan mudah, tetapi jangan sampai terlalu besar sehingga mengganggu tampilan atau mengintimidasi pengguna.
Tips Ukuran CTA:
Ingat, CTA adalah tempat pengguna mengambil tindakan. Jika ukurannya terlalu kecil, maka kemungkinan besar mereka akan melewatkannya.
Letak tombol CTA bisa memengaruhi seberapa cepat dan mudah pengunjung menemukannya. Peletakan yang strategis akan membuat pengguna lebih terdorong mengklik.
Tips Letak CTA:
Pastikan tombol CTA tidak terlalu dekat dengan elemen lain agar tidak membingungkan pengguna.
Baca Juga: Apa Itu CTA (Call to Action) dan Pentingnya untuk Meningkatkan Konversi
Warna, ukuran, dan letak memang penting, tetapi teks pada tombol juga sangat menentukan. Kata-kata yang kamu gunakan harus mendorong aksi, jelas, dan sesuai konteks.
Contoh Teks CTA yang Efektif:
Gunakan kata kerja yang kuat dan langsung menunjukkan manfaat yang akan didapat pengguna setelah mengklik tombol tersebut.
Setelah mendesain tombol CTA, jangan lupa untuk mengujinya. Gunakan heatmap, session recording, serta A/B testing untuk mengetahui mana yang efektif.
Hal yang Bisa Kamu Uji:
Kamu tidak perlu langsung menemukan kombinasi sempurna. Dengan terus menguji dan menganalisis, kamu akan tahu desain mana yang benar-benar memberikan hasil terbaik.
Mau penghasilan tambahan dengan menjual produk elektronik seperti laptop? Yuk, jadi bagian dari Reseller Laptop di Adolo dan nikmati berbagai keuntungan seperti harga spesial reseller, tanpa stok barang, komisi menarik di setiap penjualan, serta pelatihan yang akan diberikan Adolo secara gratis untuk reseller baru. Kesempatan emas buat kamu yang ingin mulai bisnis tanpa ribet.
Sudah tahu pentingnya warna, ukuran, dan letak tombol CTA? Sekarang saatnya kamu pelajari strategi lengkapnya dalam kampanye email marketing yang profesional. Ikutilah kursus Think Outside the Inbox: Google Certified Email Marketing yang diadakan Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA). Dapatkan ilmu untuk merancang email yang engaging, tombol CTA yang mengonversi, serta strategi yang terbukti berhasil. Jangan hanya memasang tombol, tapi jadikan tombol CTA-mu alat konversi yang nyata.
Desain tombol yang mengonversi memang penting. Tapi tanpa pengunjung yang datang dari mesin pencari, tombol CTA-mu bisa saja tidak tersentuh. Ayo Ikuti Sertifikasi SEO Specialist pada kampus Universitas mahakarya Asia (UNMAHA). Pelajari bagaimana cara menarik ribuan pengunjung organik dan mengarahkan mereka tepat ke CTA yang sudah kamu desain dengan optimal. Kombinasikan kekuatan SEO dan desain CTA secara efektif, dan lihat sendiri peningkatan conversion rate-mu.
Tombol Call-To-Action bukan sekadar desain tetapi merupakan seni dan sains yang harus dikuasai di era digital. Di Program Sarjana Sistem Informasi Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), kamu akan mempelajari cara menggabungkan desain antarmuka, perilaku pengguna, hingga strategi pemasaran digital berbasis data. Ini sangat cocok bagi kamu yang ingin jago bikin website dan aplikasi yang konversinya tinggi, tertarik di bidang UX/UI, digital marketing, dan teknologi informasi.
Ingin jadi profesional yang paham strategi di balik tombol yang bisa menjual? Gabung sekarang untuk mendaftar di kampus Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) untuk menjadi Mahasiswa baru dengan kunjungi website PMB UNMAHA, atau bisa langsung melalui WA Admin.
Mendesain tombol CTA yang efektif membutuhkan perpaduan antara warna yang menarik perhatian, ukuran yang pas, serta letak yang strategis. Kamu juga harus memperhatikan teks yang digunakan agar bisa mengajak pengguna melakukan tindakan dengan cepat.
Jangan lupa untuk terus menguji dan menyesuaikan desain berdasarkan data yang kamu dapatkan. Dengan desain tombol CTA yang optimal, kamu bisa meningkatkan conversion rate dan membuat pengunjung lebih terdorong untuk bertindak. Yuk, mulai optimalkan tombol CTA-mu sekarang.***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma

Gaji 20jt+ per bulan. Penempatan langsung di perusahaan mitra Jepang.