Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) - Global Career University
UNMAHA is a premier Indonesian university specializing in multi-pathway global careers through Agentic AI-powered education and industry partnerships.
Global Career University
Excellent in Digital Innovation
UNMAHA & 8211; Dalam dunia pemasaran, copywriting merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menarik perhatian audiens dan membujuk mereka agar melaku…
Adi Priyanto
Penulis

UNMAHA – Dalam dunia pemasaran, copywriting merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk menarik perhatian audiens dan membujuk mereka agar melakukan tindakan yang diinginkan. Salah satu jenis copywriting yang sering digunakan adalah hard selling. Apa itu hard selling? Bagaimana cara mengenali ciri-cirinya dalam sebuah iklan atau tulisan pemasaran? Artikel ini akan membahas contoh copywriting hard selling serta ciri-ciri khas yang harus kamu ketahui.
Hard selling adalah pendekatan pemasaran yang mengutamakan ajakan langsung kepada konsumen untuk melakukan pembelian atau tindakan lainnya. Dalam hard selling, komunikasi yang dilakukan cenderung lebih tegas dan tidak terlalu memperhatikan proses membangun hubungan emosional dengan audiens. Fokus utama dari hard selling adalah menciptakan urgensi dan mendesak konsumen untuk segera bertindak, biasanya dengan membeli produk atau layanan.
Ketika kamu ingin menjadi copywriting sukses butuh lebih dari sekadar kreativitas. Kamu juga harus memahami strategi dan data agar bisa bersaing. Jika ingin meningkatkan skill dan memperkuat karier di industri ini, kamu bisa ikut Sertifikasi SEO Specialist dari UNMAHA.
Hard selling biasanya digunakan untuk produk atau layanan yang memiliki tujuan segera, seperti penawaran terbatas, diskon waktu terbatas, atau produk yang sedang tren dan butuh perhatian cepat.
Untuk dapat mengenali apakah suatu teks termasuk dalam kategori hard selling, ada beberapa ciri khas yang dapat kamu perhatikan. Berikut adalah ciri-ciri copywriting hard selling:
Salah satu ciri utama dari hard selling adalah adanya call-to-action (CTA) yang sangat jelas dan langsung. Misalnya, “Beli Sekarang”, “Dapatkan Diskon 50% Hari Ini”, atau “Pesan Sekarang Sebelum Kehabisan”. CTA yang kuat ini bertujuan untuk memotivasi audiens agar segera mengambil tindakan tanpa menunda-nunda.
Hard selling sering kali menciptakan rasa urgensi yang membuat audiens merasa mereka harus segera bertindak. Contoh kalimat seperti “Penawaran Terbatas”, “Hanya Tersisa 5 Stok Lagi”, atau “Promo Hanya Berlaku Hari Ini” digunakan untuk memicu perasaan bahwa jika mereka tidak segera membeli, mereka akan kehilangan kesempatan tersebut.
Copywriting hard selling lebih banyak menekankan pada manfaat yang akan didapatkan konsumen dengan membeli produk atau layanan tersebut. Keuntungan langsung, seperti harga diskon atau bonus tambahan, biasanya ditekankan untuk menggugah rasa ingin membeli. Misalnya, “Dapatkan Bonus Gratis jika Membeli Sekarang!” atau “Harga Spesial Hanya Hari Ini!”
Dalam hard selling, penggunaan bahasa yang tegas dan persuasif sangat penting. Kalimat-kalimat yang digunakan sering kali tidak menggunakan kata-kata yang ambigu, melainkan langsung mengarah pada tindakan yang diinginkan. Misalnya, “Jangan Lewatkan Kesempatan Ini!” atau “Ayo, Segera Dapatkan Sekarang Juga!”
Hard selling sering kali mencantumkan testimonial atau bukti sosial untuk meyakinkan audiens bahwa produk tersebut benar-benar efektif dan layak dibeli. Testimonial yang menekankan hasil yang didapat setelah menggunakan produk atau layanan, atau bukti sosial berupa jumlah orang yang sudah membeli, bisa memberikan dorongan tambahan untuk segera melakukan pembelian.
Untuk kamu yang ingin mendalami pengetahuan dan keterampilan untuk membangun, meluncurkan, dan mengelola toko e-commerce secara profesional, coba deh ikut Google Certified E-commerce Management. Kursus ini mengajarkan cara menggunakan platform seperti Shopify untuk menjual produk secara online.
Dalam hard selling, harga sering kali dijadikan fokus utama, terutama apabila ada penawaran atau potongan harga yang menggiurkan. Kalimat yang menonjolkan harga murah atau diskon besar sering digunakan untuk menarik perhatian. Misalnya, “Harga Normal Rp500.000, Sekarang Hanya Rp199.000!” atau “Diskon 70% Hanya Hari Ini!”
Baca juga: Tips Membuat Copywriting dalam Email Marketing yang Baik
Agar lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contoh dari copywriting hard selling yang bisa kamu temukan dalam berbagai platform pemasaran:
“Smartphone Terbaru dengan Kamera 108MP, Beli Sekarang dan Dapatkan Diskon 30%! Penawaran Terbatas, Jangan Sampai Kehabisan! Pesan Sekarang Sebelum Tanggal 5!”
Dalam contoh ini, CTA yang kuat jelas terlihat dengan ajakan “Pesan Sekarang” dan “Dapatkan Diskon 30%”. Ada rasa urgensi yang ditampilkan dengan menyebutkan “Penawaran Terbatas” dan “Jangan Sampai Kehabisan”.
“Daftar Sekarang di Kursus Marketing Digital Terpopuler dan Dapatkan Akses Lifetime! Promo Diskon 50% Hanya Hari Ini! Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini!”
Dalam contoh ini, kata-kata seperti “Daftar Sekarang”, “Promo Diskon 50% Hanya Hari Ini”, dan “Jangan Lewatkan Kesempatan Emas Ini” memberikan tekanan yang kuat agar audiens bertindak cepat dan memanfaatkan penawaran tersebut.
“Obat Herbal Penguat Imun Terbukti Ampuh! Dapatkan 3 Botol hanya dengan Harga 1! Stok Terbatas, Pesan Sekarang Juga!”
Pada contoh ini, hard selling terlihat pada penggunaan klaim kuat seperti “Terbukti Ampuh” dan penawaran menarik “Dapatkan 3 Botol hanya dengan Harga 1”. Adanya kata “Stok Terbatas” dan “Pesan Sekarang Juga” semakin menekankan urgensi bagi konsumen untuk membeli segera.
Hard selling sangat efektif digunakan dalam situasi berikut:
Jadi hard selling adalah teknik pemasaran yang berfokus pada ajakan langsung untuk membeli, dengan menciptakan urgensi dan menekankan manfaat langsung yang bisa didapat oleh konsumen. Dalam copywriting hard selling, CTA yang jelas, penggunaan urgensi, bahasa yang tegas, dan bukti sosial adalah ciri-ciri utama yang perlu diperhatikan. Jika digunakan dengan tepat, hard selling bisa sangat efektif dalam meningkatkan penjualan, terutama pada produk atau layanan yang membutuhkan keputusan pembelian cepat.
Namun, perlu diingat bahwa hard selling harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak terkesan memaksa atau terlalu agresif. Dengan strategi yang tepat, hard selling bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam pemasaran kamu.
Bagi kamu yang ingin terjun lebih dalam ke dunia teknologi dan digital, jurusan Teknik Informatika di UNMAHA bisa jadi pilihan terbaik! Dengan kurikulum yang up-to-date, kamu bisa belajar banyak tentang pemrograman, analisis data, hingga digital marketing.
Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas kreatif dan profesional di UNMAHA. Daftar sekarang melalui link ini: PMB UNMAHA!***
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma
Langkah selanjutnya
WhatsApp resmi 0813-2000-6850 (RANI). Beasiswa = KIP-K / Sleman Pintar; TEFA = program proyek + TEFA POINT (bukan hibah).